Kamis, 14 Februari 2013

Janji Suci


            Dinda berjalan dengan langkah tergopoh-gopoh ke arah Dimas kekasih yang begitu ia cintai. Dimas terlihat terdiam. Seakan sedang berpikir keras untuk mencari alasan paling tepat untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi.

            “Mengapa kau selalu terdiam? Apakah tak pernah tersirat dalam benakmu untuk menceritakan semuanya kepadaku?”Tanya Dinda diiringi tangis pilu. Dimas tak menjawab. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya.

            “Aku hanya tidak ingin membuatmu bersedih. Sudahlah lupakanlah saja masalah ini. Pulanglah! Kembalilah ke duniamu!”Jawab Dimas penuh emosi. Kemudian Dinda berjalan perlahan meninggalkan Dimas yang terlihat begitu menyesal.

                        Dinda tahu bahwa dirinya tidak dapat membuat keadaan menjadi lebih baik. Dinda membatin. Tak lama berselang, Dinda menoleh kearah Dimas. Dimas pun mengeluarkan sesuatu di balik kedua tangannya yang sedari tadi terlipat dibalik punggungnya. Tak disangka sebelumnya, Dimas sudah dalam posisi berlutut dengan membawa bunga mawar serta sepasang cincin yang akan ia gunakan untuk melamar kekasih pujaannya itu.

            “I’m sorry for surprising you. But do you want to marry me?”Tanya Dimas penuh harap.

            Dinda bingung harus menjawab apa. Dan selang beberapa detik, Dinda menjawab , “Yes, I do. But I’ll pinch u first !”ucap Dinda diselingi senyum simpul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar