Rabu, 03 Oktober 2012

Little story about Stevie Wonder



          Paul Harvey , dalam salah satu siaran radionya , “Kisah yang tertinggal”, menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang . Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Stevie Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas.

          Anda tahu ? Dia menghargai kenyataan bahwa alam telah memberi Stevie sesuatu yang tak seorang pun lainnya di dalam kelas memilikinya. Alam telah memberi Stevie sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta.

          Tapi ini benar-benar yang pertama kalinya Stevie diberikan penghargaan untuk kedua telinganya yang berbakat itu . Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya. Anda tahu, sejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya ini dan berlanjut menjadi nama panggung seorang Stevie Wonder , salah satu dari penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan .

Mimpi dan Kerja keras


          Satu hal yang patut dijadikan pedoman adalah bahwasanya kerja keras bukan semata-mata mengejar power(kekuasaan), position(posisi), pleasure(kesenangan), prestige(kewibawaan), dan prosperity(kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi pada 5 hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan.

          Kehidupan dunia modern dewasa ini diciptakan oleh para pemimpin dan pengkhayal. Pesawat terbang, mobil, kereta api, radio, televisi dan yang lainnya berasal dari imajinasi dan khayalan para pemimpi yang tentunya disertai dengan usaha dan doa.

          Orang besar selalu melihat sesuatu di dalam pikirannya sebelum orang lain melihatnya, lalu mereka mewujudkannya ke alam nyata.


          Jadikanlah kerja keras itu sebagai ibadah, sehingga kita semua tahu batas dimana harus berhenti (atau kita sudah merasa cukup) atau terus berupaya mewujudkannya.