Rabu, 30 Januari 2013

Cerita Waktu Itu


                Cerita waktu itu … (true story)

 

Yaaah kira kira kejadian ini bikin kesel banget ya … Jadi , waktu itu saya lagi duduk manis di depan kelas dengan beberapa temen-temen cewek saya yang kece-kece tentunya .. saya masih kelas satu SMP waktu itu . Waktu itu saya lupa sih ya lagi ngobrolin apa . Atau aja mungkin lagi ngobrolin kakak angkat (kakak kelas yang jadi kakak kita di sekolah) kita masing-masing .

          Lalu ? Yaa kebetulan kan disamping kelas ada koperasi sekolah yang jual aneka macam kebutuhan sekolah serta beraneka ragam snack . Laper dong saya denger kata ‘snack’ ? Akhirnya saya ambil uang dengan nominal seribu dan beli ***** (salah satu merek snack terkenal) .

          Wow  dan alangkah terkejutnya saya saat tahu ada salah satu oknum siswa yang nulis ‘rosid**’ (nama ayah)  di tas kesayangan saya . Langsung nih ubun-ubun terasa panas banget . Disaat itu lah saya cari siapa pelakunya , ada lah seseorang berinisial F .. Tiba-tiba datenglah si M yang ngata-ngatain juga … u know what ? Saya langsung narik kerah bajunya , dan breeeeettttt … kancing baju dia terlepas semua . F dan M tadi cowo semua loohh . Merasa bertanggung jawab , saya beliin sekerenceng peniti kecil buat dia.

          Akhir cerita … gw dan si F serta Y , dan beberapa orang saksi dibawa ke ruang BP … didamaikan …Akhirnya kita berdamai meski sempet adu mulut dulu .

Berserah Diri


Berserah diri          oleh:Parida Nurhayati

 

Hamba berserah diri kepada mu

Segala sesuatu yang terjadi pada hambamu ini

Doa ku yang ku panjat kan padamu

Selamat dunia dan akhirat

                                                Sesungguhnya hanya engkaulah yang tau

                                                Hambamu yang sedang senang mau pun susah

                                                Hanya kepada engkaulah kami meminta

                                                Hanya kepada engkaulah kami memohon

 Kami sebagai hamba mu sangat mensyukuri nikmat yang engkau berikan

Nikmat sehat , ilmu yang telah engkau berikan

Semoga yang engkau berikan yang terbaik untuk ku

Terima kasih ya allah ..

Puisi Malam


                Suatu malam di media sosial Twitter diadakan ajang pencurahan puisi. Hehe … Baru ikut satu kali sihh. Tapi malam itu terasa adem banget. Kata-kata yang mereka tuliskan bagus. ‘Puisi malam’ ini diadakan oleh sebuah self-publisher(@nulisbuku). Tetapi ada beberapa peraturan yang harus dijalankan. Temanya adalah ‘nyata’. Dan harus ditulis sebanyak 140 karakter loh ! Berikut saya berikan beberapa ‘tweet’ yang dalemmmm banget beserta akun twitter si penulis.  Check this out!

1. @amalinair

    Dari sudut mata yang membuta, hingga terbata dalam setiap kata. Satu yakinku, cerita kita ‘kan jadi nyata.

2. @anne_13

    Aku memilih larut dalam kenangan, berputar di pusaran memori lama tentang kita, hanya agar aku tahu, kau pernah nyata.

3. @justanalyst

    Sudah tahu dongeng tidak nyata. Masih saja mendamba pangeran berkuda.

4. @rieski_tor

    Hadirmu bukan mimpi semata, namun nyata. Seperti gerimis yang ada, yang takkan menghilang tanpa suara.

5. @syahwisyahwi

Kuabaikan kisah nyata untuk sekedar mencicip manis dongeng, kala hari makin pagi. Mendesak realita.

6. @diptaWang

Lekuk pelangi tak senyata hadirmu, tujuh warnanya kadang harus bersaing dengan mendung, malu atau berlalu.

7. @SyanTaur

    Hati mengeropos ketika kau kembali menerobos hidupku yang tak berporos.

8. @dikarifia

Kabut kenangan mengiringi pagiku, asap luka menyudahi senjaku, mereka saling berkaitan, tapi tak ingin menyatakan.

9. @azaleaf

    Atas cita yang tak sempat menjadi nyata, atas temu yang masih saja semu, masih ada harap sua dalam doa

10. @anne_13

    Kau hanyalah bias warna selepas hujan. Indah, namun taj pernah benar-benar nyata.

11. @uiiump

    Bayangmu telah bercumbu dengan beribu wanita. Apakah ini nyata? Dan kini kau pun bebas melata.

12. @rifarp

Alunan lagu kehidupan yang kita nyanyikan seolah berlawanan dengan dentingan waktu yang nyata memisahkan kita.

13. @amariliskartika

    Entah mana ynag lebih melukaiku, adamu yang hanya imajinasiku ataukah .. tiadamu yang selalu nyata.

14. @kudhaorok

    Suatu ketika nanti bias janjimu akan perlahan menjadi nyata pada altar yang kita namakan cinta.

15. @da_manique

    Ibu, dunia kerap membuatku meragukan cinta. Tapi, dalam sepiring bubur aku tau cinta itu nyata di dalammu.

16. @karinarmelia

Senja menjelma serupa kupu-kupu, terbang membelah langit malam. Kepakannya senyata takdir yang membentang.

17. @pantha_tmpandu

    Segala ilusi tulisan pena hnyalah mimpi yang terpendam. Yang nyata hanyalah keberadaan sepi dan risau dalam kalbu.

18. @tanzialfisah

    Apa ada waktu yang menjadi nyata? Ketika kamu menjelma menjadi penantian dalam jerat temali cintamu yang tak pasti.

 

                Dari ke delapan belas puisi ini … yang mana yang paling kalian suka ??

       FF 200 Kata (Kejutan untuk Adinda)    
          
           Saat jam berdentang tepat pukul dua belas malam,  disaat itulah malaikat kecil bunda bertambah usia. Sejenak bunda berpikir, sudah berapa lama kau hadir di dunia ini nak? Duhai anakku Adinda, kau tetaplah malaikat kecilku; tak peduli berapapun usiamu kini.

            Aku membatin. Seolah tak mengerti harus memberi apa.  Hanya doa dan harapan penuh makna yang terucap dari bibir ibundamu ini, Nak.

            Dengan langkah perlahan, aku mulai berjalan menuju kamar Adinda – anak sulungku. Pintu kamarnya terkunci. Tak bisa menahan rasa rinduku yang teramat dalam, aku dengan segera mengetuk pintu kamarnya. Selang beberapa detik, ia membuka pintu kamarnya untuk kemudian mempersilakanku masuk.

            “Bu.. kapan.. ibu da.. tang?”tanya Adinda terbata-bata. Dengan segera aku mendekap tubuhnya erat. Air mata perlahan membasahi pipinya.

            “Maaf, Nak. Ibu tak bisa memberikan sesuatu yang lebih mahal dan berharga dari ini.”ucapku seraya memberikan sepotong kue dan sebuah kalung berhiaskan kulit kerang.

            Aku mendekap tubuh anakku sekali lagi. Begitu erat. Kini aku telah renta. Aku telah mencapai usia dimana hanya dirimu yang membuatku tetap bergairah untuk menjalani kehidupan ini. Tiada asa yang tersisa pada diriku yang telah menua ini selain melihat dirimu bahagia.

Getir Cinta Dinda dan Dimas


         FF: 200 kata (Getir Cinta Dinda dan Dimas)
  
 Dinda berjalan dengan langkah tergopoh-gopoh ke arah Dimas kekasih yang begitu ia cintai. Dimas terlihat terdiam. Seakan sedang berpikir keras untuk mencari alasan paling tepat untuk menjelaskan permasalahan yang sedang terjadi antara dirinya dan Dinda.

            “Mengapa kau selalu terdiam? Apakah tak pernah tersirat dalam benakmu untuk menceritakan semuanya kepadaku?”Tanya Dinda diiringi tangis pilu. Dimas tak menjawab. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya.

            “Aku hanya tidak ingin membuatmu bersedih. Sudahlah lupakanlah saja masalah ini. Pulanglah! Kembalilah ke duniamu!”Jawab Dimas penuh emosi. Kemudian Dinda berjalan perlahan meninggalkan Dimas yang terlihat begitu menyesal.

            Dimas tidak mengejar Dinda. Ia rela Dinda meninggalkan dirinya dalam panasnya api cemburu. Dan bagaimana dengan Dinda? Begitulah cinta .. dIa akan berdusta ketika cinta lain menghampiri dan dengan arogannya meninggalkan cinta lama yang ia anggap sebagai angin lalu hanya demi keinginan semu.

            Semua menjadi begitu kabur. Dinda tahu bahwa dirinya tidak dapat membuat keadaan menjadi lebih baik. Dinda membatin. Tidak dapatkah Dimas melihat kesungguhan cintanya yang begitu besar? Cintamu hanyalah seonggok kebohongan yang terlihat begitu nyata dimataku. Tidak sadarkah kau bahwa cintaku terlalu indah untuk dikhianati? Semoga kau mendapatkan kebahagiaan dengan cintamu yang lain. Selamat tinggal ….