Rabu, 30 Januari 2013


       FF 200 Kata (Kejutan untuk Adinda)    
          
           Saat jam berdentang tepat pukul dua belas malam,  disaat itulah malaikat kecil bunda bertambah usia. Sejenak bunda berpikir, sudah berapa lama kau hadir di dunia ini nak? Duhai anakku Adinda, kau tetaplah malaikat kecilku; tak peduli berapapun usiamu kini.

            Aku membatin. Seolah tak mengerti harus memberi apa.  Hanya doa dan harapan penuh makna yang terucap dari bibir ibundamu ini, Nak.

            Dengan langkah perlahan, aku mulai berjalan menuju kamar Adinda – anak sulungku. Pintu kamarnya terkunci. Tak bisa menahan rasa rinduku yang teramat dalam, aku dengan segera mengetuk pintu kamarnya. Selang beberapa detik, ia membuka pintu kamarnya untuk kemudian mempersilakanku masuk.

            “Bu.. kapan.. ibu da.. tang?”tanya Adinda terbata-bata. Dengan segera aku mendekap tubuhnya erat. Air mata perlahan membasahi pipinya.

            “Maaf, Nak. Ibu tak bisa memberikan sesuatu yang lebih mahal dan berharga dari ini.”ucapku seraya memberikan sepotong kue dan sebuah kalung berhiaskan kulit kerang.

            Aku mendekap tubuh anakku sekali lagi. Begitu erat. Kini aku telah renta. Aku telah mencapai usia dimana hanya dirimu yang membuatku tetap bergairah untuk menjalani kehidupan ini. Tiada asa yang tersisa pada diriku yang telah menua ini selain melihat dirimu bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar