“Aku
telah menua. Seperti yang kau tahu, umurku sudah enam puluh tahun. Aku telah mencapai
usia dimana yang ada hanyalah wajah layu dan kerutan di sekeliling wajahku. ”jelas
nenek Nancy pada suaminya- kakek
Michael.
Kakek
Michael melihat wajah istrinya itu dengan seksama. Kemudian dengan segera ia menggapai
kedua tangan Nenek Nancy,”Jangan berkata seperti itu. Aku telah mencintaimu
lebih dari tiga puluh tahun. Kau tak perlu meragukan hal itu. Aku .. aku sampai
kapanpun tidak akan meninggalkanmu”
Nenek
Nancy membetulkan letak kacamatanya. Ia melihat ke sekeliling ruang keluarga di rumah yang
tampak usang dimakan usia. Nenek Nancy dan Kakek Michael telah menempati rumah
itu dalam waktu yang cukup lama. Mereka kini tinggal berdua. Telah banyak
kenangan yang mereka lalui di rumah itu.
“Kau
.. dan tentunya aku, serta rumah kita ini akan tetap menua. Tapi entah mengapa,
cintaku padamu takkan pernah padam. Berjanjilah padaku untuk tetap menemaniku
hingga akhir hayatku.”jelas Kakek Michael. Ia merangkul pundak istrinya.
“Ya,
aku berjanji. Aku akan tetap menemanimu hingga akhir hayatku. “ucap Nenek Nancy diselingi air mata haru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar